Bank Darah Tali Pusat Didirikan di Indonesia

Bank Darah Tali Pusat Didirikan di Indonesia (Kompas,16 Oktober 2006)

 

Jakarta, Kompas – Bank darah tali pusat resmi didirikan di Indonesia, Sabtu (14/10), atas prakarsa PT Cordlife Indonesia, sebuah perusahaan patungan antara PT Kalbe Farma dan Cordlife International Singapura yang bergerak dalam bidang penyimpanan tali pusat. Bank darah tali pusat itu mulai beroperasi pada Januari 2007.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan, pendirian bank darah tali pusat itu dapat mempercepat kemajuan di bidang kesehatan, riset dan teknologi, terutama terapi sel induk (stem cell). “Saat ini kita baru sebagai pengguna. Secara bertahap, hendaknya terjadi alih teknologi stem cell,” ujar Siti Fadilah menegaskan.

Penelitian sel induk telah berlangsung di sejumlah lembaga penelitian di Tanah Air, tetapi tanpa koordinasi. Dibandingkan dengan Singapura dan sejumlah negara lain di Asia, teknologi sel induk di Indonesia masih tertinggal. “Untuk mengembangkan riset stem cell, butuh dana sangat besar dan jangka waktu lama,” kata Menkes.

Karena aturan pemerintah tidak jelas, belakangan bermunculan agen perusahaan asing yang menawarkan jasa penyimpanan darah tali pusat. Kini, pemerintah mengeluarkan izin bagi PT Cordlife Indonesia untuk melayani keluarga yang ingin menyimpan darah tali pusat bayinya pada saat melahirkan, dan akan memproses serta menyimpannya di Indonesia.

Presiden Komisaris Utama PT Kalbe Farma Boenjamin Setiawan menyatakan, darah tali pusat itu siap dipergunakan sewaktu-waktu jika ada kerabat menderita penyakit berkaitan dengan darah, seperti leukemia dan talasemia. Biaya pengambilan darah tali pusat itu sekitar 1.400 dollar Singapura dan biaya penyimpanannya per tahun mencapai 250 dollar Singapura.

Darah tali pusat diambil segera setelah kelahiran dan seusai tali pusat diklem serta dipotong. Pengambilannya menggunakan kantung darah karena lebih aman dibandingkan metode lain, seperti metode jarum suntik. Tali pusat dibersihkan dengan iodin dan jarum kantung darah ditusukkan ke vena tali pusat.

Pencemaran bakteri dan jamur dapat terjadi saat pengambilan dan pengolahan. Karena itu, perlu dilakukan pengujian darah tali pusat terhadap bakteri dan jamur sebelum dan sesudah darah diproses untuk memastikan darah tetap bebas dari pencemaran sehingga dapat dipergunakan saat diperlukan. “Darah ibu harus diperiksa apakah terinfeksi hepatitis B dan C, HIV serta sifilis,” ujar Boenjamin.

Terapi sel induk

Terapi dengan memakai sel induk dari darah tali pusat ditemukan dalam sebuah penelitian pada tahun 1963. Sebab, darah dalam ari-ari dan tali pusat mengandung jutaan sel induk pembentuk darah yang sejenis dengan sel induk di dalam sumsum tulang dan berhasil digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kelainan darah.

Hingga kini, ribuan pencangkokan darah tali pusat telah dilakukan dan lebih dari 72 penyakit dapat diobati dengan pencangkokan sel induk.

“Di masa datang, sel induk dipercaya dapat digunakan untuk memperbaiki organ tubuh, seperti jantung dan pankreas, serta membantu pengobatan penyakit stroke, alzheimer, parkinson,” kata Dr Sunny Tan Chiok Ling PhD dari Cygenics.

Sejauh ini, penggunaan sel stem embrionik masih dibayangi masalah etik dan dilarang di beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Perancis, sehingga menghambat kemajuan penelitian ini. Padahal, sel stem embrionik mampu berproliferasi terus-menerus dalam kultur optimal dan dapat berdiferensiasi menjadi berbagai sel jaringan sehingga bisa mengobati berbagai penyakit degeneratif.

“Untuk mencegah kontroversi ini, alternatif lain adalah memakai darah perifer atau tali pusat (umbilical cord blood stem cell) yang mengandung banyak sel stem dewasa dan mempunyai kemampuan proliferasi lebih baik dibandingkan sel stem sumsum tulang,” kata Boenjamin. Sel stem dewasa terdapat di semua organ tubuh dan berfungsi melakukan regenerasi untuk mengatasi kerusakan organ tubuh.

Swedia, Rusia, India, Singapura dan Malaysia telah mengembangkan penelitian ini. (EVY)

Sumber:http://www.kompas.com/kompas-cetak/0610/16/humaniora/3027770.htm

This entry was posted in UMUM. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s