Penanganan Stroke dengan metode East Met West

Penanganan Stroke dengan metode East Met West

Hari Rabu, tanggal 22 Agustus yang lalu, saya mengikuti seminar yang menurut saya judulnya menarik. Entah karena keinginan say untuk bisa melompat dan berlari lagi bebas dari stroke ataukah judul seminar yang lain dari yang biasa saya dengar di telinga yang umumnya memuat nuansa iklan yang kuat. Namun kali ini walaupun harus merogoh kocek 25 ribu (50 ribu untuk IPS-Insan Pasca Stroke dan Pendampingnya), banyak ilmu yang bisa didapat, misalnya walaupun tes darah saya bagus, bila butir2 darahnya saling berlengketan perlu diwaspadai untuk berhati-hati terkena stroke ulang. Disana didepan ruang seminar ada test darah dimana saya bisa melihat kondisi butiran darah merah saya melalui sebuah microscope yang hasilnya ditayangkan melalui sebuah monitor televisi sedgede cendela. Memang terlihat gambar butiran darah saya yang saling berlengketan seperti magnit bulat yang saling menarik dan menempel. Sedangkan darah isteri saya yang ditest, terlihat juga ada perlengketan walaupun sedikit. Namun disela-sela butiran nya ada sesuatu yang berpendar seperti lampu. Kata pertugas stand gambar ini menunjukkan adanya kandungan asam urat dalam darah yang tinggi. Heran juga, padahal test asam urat sebelumnya terkandung 9,7 mg/dL tidak tampak sesuatu yang berpendar. Padahal test darah isteri saya menunjukkan angka 6,3 mg/dL jelas terlihat gambar asam urat yang berpendar tadi. Heran yaaa…? Sampai-sampai kawan duduk sebelah saya berfikiran negatif bahwa bisa-bisa gambar dari mikroskop yang di tv adalah berupa rekaman yang dibuat sebelumnya. Namun semua pemikiran tadi ditampik oleh petugas bahwa yang tampak saat itu sadalah gambar hasil mikroskop secara langsung.


Menurut kamus Sumber yang saya baca, Asam Urat yang tinggi atau disebut “Hyperuricemia” (American English), atau “hyperuricaemia” (British English), adalah kadar asam urat yang tinggi dalam darah. Batas atasnya yang normal adalah 360 micromol/L (6 mg/dL) untuk wanita dan 400 micromol/L (6.8 mg/dL) untuk pria. [Chizyński K, Rózycka M (2005). “Hyperuricemia” , Pol. Merkur. Lekarski 19 (113): 693-6].

Hyperuricemia atau Asam urat tinggi, menurut salah satu buku yang saya baca,bisa disebabkan oleh percepatan pembentukan asam urat atau uric acid melalui metabolisme purine karena keluaran yang rusak dari ginjal atau bisa karena tingginya tingkat fructose didalam makanan diet
Sedangkan Purine kata orang pintar adalah merupakan heterocyclic aromatic organic compound, yang terdiri dari sebuah pyrimidine ring yang berfusi ke sebuah imidazole ring. Purines membentuk satu atau dua group berbasis nitrogen, sedangkan Pyrimidines membentuk grup yang lain. Basis ini membentuk bagian yang krusial pada kedua deoxyribonucleotides dan ribonucleotides, dan basis dari “universal genetic code”.
Heterocyclic compounds adalah organic compounds yang terdiri dari sebuah struktur ring berisi atom2 untuk melengkapi atom carbon, seperti sulfur, oxygen atau nitrogen,sebagai bagian dari ring (cincin). Mereka bisa trerbuat dari non-aromatic rings yang sederhana seperti .beberapa contoh adalah pyridine (C5H5N), pyrimidine (C4H4N2) dan dioxane (C4H8O2)
Pyrimidine
merupakan heterocyclic aromatic organic compound seperti benzene dan pyridine, terditri dari dua atom nitrogen pada posisi 1 dan 3 dari 6 anggota ring.dan merupan isomeric dari bentuk lain diazine.
Ketua Panitia Seminar Penanganan Stroke dengan metode East Met West Dr Hardi Pranata mengatakan hal itu beberapa waktu lalu, di Jakarta. Seminar diselenggarakan Nusantara Medical Center selain mendatangkan pakar-pakar dari dalam negeri juga pakar pengobatan dari Beijing, Cina.
Menurut Dr Hardi, saat ini metode pengobatan dan penanganan stroke bakan lagi hanya mengandalkan pengobatan medis (barat) tapi juga mengedepankan pengobatan tradisional (timur) yeng telah terbukti dan diperkenalkan di Tiongkok ribuan tahun lalu.
”Biasanya keluarga atau masyarakat itulah yang mengetahui pertama kali seseorang menderita suatu penyakit. Dengan mengetahui gejalanya, masyarkat bisa langsung membawa penderita ke rumah sakit begitu mendapati gejala seperti stroke,” katanya.
Jadi, bila ada salah satu anggota keluarga atau tetangganya menderita kebas di wajah dan tangan, kepala pusing luar biasa, atau mata buram, anggap saja itu sebagai gejala stroke dan segera larikan ke unit stroke. Karena kesembuhan stroke ditentukan oleh kecepatan penanganan dan pengobatan, kalau setelah di rumah sakit ternyata bukan stroke tidak apa-apa yang penting sudah mendapat penanganan di rumah sakit.
Cepat tanggap terhadap stroke juga harus dimiliki oleh paramedis di rumah sakit. Percuma saja di bawa ke rumah sakit, kalau tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit tidak tanggap terhadap penyakit ini, sehingga periode emas penanganan stroke yang hanya tiga atau empat jam hilang dengan begitu saja.
Penyebab stroke
Penyebab terjadinya stroke terbagi menjadi dua bagian ada yang tidak bisa dicegah dan ada yang bisa dicegah. Khusus yang tidak bisa dicegah seperti faktor genetik dan penyakit bawaan, sedangkan yang bisa dicegah lebih banyak disebabkan oleh pola hidup dan gaya hidup, seperti stress dan pola makan yang tidak sehat, sehingga menyebabkan terjadinya sumbatan darah ke otak dan gangguan kardiovaskuler lainnya.
Untuk memgatasi sumbatan aliran darah keotak selain dengan obat-obatan medis, ternyata dalam pengobatan timur telah ditemukan juga manfaat cacing tanah yang telah di proses bersih, karena di dalam cacing tanah ada kandungan enzim yang dapat mencairkan gumpalan darah yang tersumbat. Selain itu digunakan juga kacang kedelai melalui proses fermentasi yang di sebut dengan Nato, berfungsi sama dengan cacing tanah.
”Karenanya untuk pencegahan stroke, selain kita harus menghindari makan-makanan yang berasal dari daging merah, sebaiknya kita harus memperbanyak mengonsumsi tahu dan tempe yang bahan bakunya dari kacang kedelai,” kata Hardi Pranata.

This entry was posted in UMUM. Bookmark the permalink.

7 Responses to Penanganan Stroke dengan metode East Met West

  1. Purwo T says:

    Yang ingin saya tanyakan adalah bagamana cara menjalin komunikasi yang baik antara penderita stroke dengan keluarga. Karena ibu saya pasca stroke sangat sulit diajak berkomunikasi. Terima kasih

  2. supriyadi marsan says:

    assalamu alaikum..
    cobalah bapak tlsr digoogle up supriyadi marsan utk sedikit info ttg penanganan dan komunikasi dgn pasien stroke.mudah2an dpt membantu bapak Purwo.wassalam

  3. abdl.Gafur says:

    pak yadi,yang terhormat,bapak saya sudah 6 tahun sroke.alat kelamin tidak berfungsi.apakah alat kelamin bapak yadi masih berfungsi…?

  4. rianandika says:

    ibu saya sakit stroke sudah 2 thn?bicara normal,badan mati sebelah,apa dg mengonsumsi cacing tanah ibu saya bisa sembuh?dan brapa dosisnya?makasih

  5. Risgiarini says:

    suami sy pasca stroke 9 bl yg lalu, sdh bisa jalan tapi untuk mengerakan tangan sebelah kanan belum bisa juga terganggu bahasanya.sdh sy lakukan berbagai obat,pijat,terapi. bagaimana penanganannya? mohon saran

  6. SUMIATI says:

    Bapak saya ( Sukiman, 61 Th ) sudah 4 bulan ini terserang stroke yang kedua. Dulu hanya kaki dan tangan kirinya saja yang tdk berfungsi, tp masih bisa beraktifitas dengan tangan kanan. Tapi sekarang suaranyapun menghilang dan susah berkonsentrasi. Terapi pemijatan dan jamu masih dilakukan Adakah solusi yang lain ………..??

    • hernowo says:

      Ibu Sumiati,
      itulah yang ditakutkan pada pasca stroke yang karena merasa sudah sembuh kemudian makan dan aktifitas berat lainnya tidak dijaga. Setahu sata sih, kawan2 anggota klub stroke di 11 rumah sakit yang dilakukan pemijatan dan jamu tidak membantu menyembuhkan stroke. Yang lebih penting adalah perawatan dokter dan perhatian keluarga untuk membantu mengembalikan rsasa percaya dirinya……………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s