Perlu Ada Gerakan Masyarakat Peduli Stroke

Stroke selain menimbulkan kecacatan, juga menimbulkan dampak sosial ekonomi yang sangat besar. Karena, biaya medis untuk perawatan dan pengobatannya sangat tinggi, dan akibat kecacatannya banyak pasien pasca stroke yang tidak dapat bekerja kembali seperti sediakala. Sehingga, tidak heran jika pasien pasca stroke selain menjadi beban ekonomi keluarganya juga menjadi beban sosial masyarakat karena tidak produktif lagi.

Stroke selain menimbulkan kecacatan, juga menimbulkan dampak sosial ekonomi yang sangat besar. Karena, biaya medis untuk perawatan dan pengobatannya sangat tinggi, dan akibat kecacatannya banyak pasien pasca stroke yang tidak dapat bekerja kembali seperti sediakala. Sehingga, tidak heran jika pasien pasca stroke selain menjadi beban ekonomi keluarganya juga menjadi beban sosial masyarakat karena tidak produktif lagi.

Menurut Dr Jusuf Misbach, serangan stroke menimbulkan keruskaan pada jaringan saraf otak yang dapat mengakibatkan kecacatan, anatra lain berupa kelumpuhan pada separuh badan, terganggunya penglihatan dan pendengaran, berkurangnya daya ingat, kemunduran mental, menurunnya kemampuan berbicara dan berkomunikasi. Bahkan, ada sementara insan pasca stroke yang pada akhir masa penyembuhannya hanya menyandang sedikit kekurangmampuan atau ada yang nyaris pulih seperti sediakala.
Insan pasca stroke harus menghadapi hal ini secara realistis, serta melakukan evaluasi terhadap kemampuan yang masih ada, kemudian memanfaatkan kemampuan yang masih ada ini secara efisien dan optimal.
Rehabilitasi (pemulihan) terhadap insan pasca stroke biasanya dilakukan untuk mengusahakan agar dapat hidup mandiri, pulih kepercayaan dirinya, serta sekurang-kurangnya dapat mengurus kebutuhannya sendiri. Namun dalam kenyataannya banyak insan pasca stroke yang masih dapat mengurus keluarga atau rumah tangganya secara baik, bahkan ada juga yang masih dapat melakukan aktivitas sosial.
Karenanya, insan pasca stroke dianjurkan agar mencari dan menciptakan kesibukan, berkomunikasi atau berkumpul ditengah masyarakat, khususnya sesama insan pasca stroke. ?Dari pertemuan semacam ini banyak diperoleh informasi mengenai keadaan-keadaan yang kurang menyenangkan serta upaya untuk mengatasinya. Hal ini akan lebih besar manfaatnya karena datang dari orang-orang yang menghayati atau mengalami sendiri,? ujar Dr Jusuf Misbach.
Banyak kejadian serangan stroke berakibat jauh lebih fatal, karena rendahnya tingkat pengetahuan tentang stroke dari kalangan insan pasca stroke, keluarga bahkan dari kalangan tenaga kesehatan. Sebuah angket tahun 1995 di Amerika Serikat menyimpulkan hanya 20% masyarakat yang mengetahui gejala stroke dibanding 90% yang mengetahui gejala awal serangan jantung.
Di Indonesia, sekalipun belum pernah dilakukan angket perbandingan semacam itu, namun dapat dipastikan angkanya akan jauh lebih rendah. Oleh karena itu, menurutnya, perlu adanya suatu gerakan ?Masyarakat peduli stroke? yang terdiri dari berbagai kalangan antara lain insan pasca stroke serta keluarganya, tenaga medis, tokoh-tokoh masyarakat, serta unsur-unsur masyarakat lainnya.
Melalui koordinasi Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) khususnya Yastroki Cabang DKI Jakarta, dibentuklah klub-klub stroke yang berbasis pada tempat-tempat pelayanan stroke (rumah sakit, klinik) serta pada tempat-tempat lain yang memungkinkan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Klub stroke ini mempunyai misi yang jelas, yaitu mengusahakan serta memfasilitasi para insan pasca stroke agar pulih kepercayaan dirinya dan dapat hidup mandiri, sehingga memungkinkan untuk dapat melakukan aktivitas sosial di tengah masyarakat, sekurang-kurangnya dapat saling berkomunikasi diantara para pasca stroke itu sendiri, menyebarluaskan pengetahuan yang memadai tentang penyakit stroke, dan melaksanakan kampanye budaya hidup sehat untuk mencegah timbulnya serangan stroke atau stroke ulang.
Sebagai suatu organisasi klub stroke dapat didefinisikan sebagai sekumpulan anggota masyarakat dari suatu basis komunitas tertentu yang secara sukarela berhimpun di bawah koordinasi Yayasan Stroke Indonesia yang sangat peduli terhadap penanggulangan masalah stroke.
Klub stroke sebagai suatu organisasi peranannya terasa semakin berkembang selama lima tahun terakhir ini, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Indikasi tentang hal ini mulai kelihatan tatkala diselenggarakan rapat kerja teknis klub stroke se DKI Jakata yang difasilitasi Yayasan Stroke Indonesia Cabang DKI Jakarta.
Klub stroke Rumah sakit Islam Jakarta menjelang usianya yang mencapai Sewindu (8 tahun), akan mencoba mengembangkan serta meningkatkan peran klub stroke (insan pasca stroke) dari sekadar menjadi objek menjadi lebih bersifat subjek, dari sekadar menjadi penonton lebih menjadi pemain, dari sekadar melaksanakan kegiatan yang asal-asalan menjadi kegiatan yang lebih bersifat kajian. Sehingga, mampu menghasilkan berbagai pemikiran dan masukan yang berguna bagi perkembangan klub stroke dan insan pasca stroke khususnya.

This entry was posted in Klub Stroke, Pemberdayaan IPS. Bookmark the permalink.

4 Responses to Perlu Ada Gerakan Masyarakat Peduli Stroke

  1. Nugroho says:

    Bapak hernowo,
    Salut atas blog anda ini. Adik saya stroke setahun yang lalu, tapi saya berusaha mendapatkan informasi tentang stroke ini sangat minim. Semoga lbih banyak lagi orang Indonesia yang bisa share tentang stroke dalam bahasa Indonesia.

    Hatur Nuhun

    nugroho

  2. hernowo says:

    Terima kasih, benar memang iformasi tentang stroke sangat langka disini. Namun anda bisa kirim pertanyaan dan mencari di web
    Yastroki (http://www.yastroki.or.id) yang lebih banyak informasinya

  3. supriyadi marsan says:

    pak Hernowo..emang susah utk meyakinkan IPS bhw mereka bisa sehat dan normal kembali dgn terapi karunia yg diamanahkan pd saya.kl saja sepakat 20 IPS yg mau diterapi dan sdh daftar diemail saya ini dlm sebln kedepan maka saya akan sgr bertemu dgn IPS sekalian agar jgn sampe terlalu lama lumpuhnya(sethn keatas)/degeneratifnya tdk paten.bgmn pak..

  4. merry says:

    Pengalaman nyata. Di Pondok Ungu Bekasi ada penderita stroke (darah rendah ) yg terbaring beberapa waktu.
    Secara tidak sengaja ada teman yg memberi Air Ajaib Samadhi pada penderita stroke darah rendah tersebut 1 botol. Sorenya si penderita stroke bisa bangun dan sholat, ajaib !!! sesuai nama air yang diminumnya.
    Isi Air Ajaib Samadhi : lebih kurang 36 Mineral. Alami dihasilkan dari perut bumi tampa campuran apapun. http://www.airsamadhi.com
    Semoga info ini berguna buat teman-teman…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s