Ir H Windu Hernowo, MM BERKAT DUKUNGAN KELUARGA SEMANGAT HIDUP KEMBALI BANGKIT

Insinyur H Windu Hernowo MM, Ketua Klub Stroke RS Pusat Pertamina, harus mengalami ketidakberdayaan akibat stroke yang menyerangnya pada 28 Desember tahun 2000 lalu. Padahal, waktu itu, jabatan pria kelahiran tahun 1958 ini sedang bagus sebagai Quality Health Savety Envenronment Manager di salah satu perusahaan asing.

Insinyur H Windu Hernowo MM, Ketua Klub Stroke RS Pusat Pertamina, harus mengalami ketidakberdayaan akibat stroke yang menyerangnya pada 28 Desember tahun 2000 lalu. Padahal, waktu itu, jabatan pria kelahiran tahun 1958 ini sedang bagus sebagai Quality Health Savety Envenronment Manager di salah satu perusahaan asing Internasional.

Kejadian nahas itu berawal dari kepergiannya ke Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. ?Pada waktu itu saya cuti ke Malang. Pada sore hari yang cerah itu, saya merasa pegal2, di bahu dan kata kakak saya yang bekerja di RS mulut saya mencong tanda-tanda terkena CVA (Cerebro Vaskular Attack). Karenanya oleh kakak, saya di bawa ke rumah sakit Lavallette, katanya mengenang.
Di rumah sakit ini, ia di tes fungsi gerak tubuh dan saraf motorik tubuh. Hasilnya, fungsi gerak tubuh Ir H Windu dinyatakan masih bagus. Tindakan selanjutnya ia langsung dirawat inap dan mendapat infus.
Setelah menjalani perawatan beberapa hari, ternyata kondisinya bukan bertambah bagus, tapi justru bertambah buruk. Celakanya, ia harus menginap lagi empat hari. Setelah empat hari pun keadaan Windu tambah memburuk. Karenanya atas permintaan konsultan, ia diminta untuk dipindahkan ke Jakarta.
Namun karena tempat ia terserang lebih dekat ke Surabaya, daripada ke Jakarta akhirnya Windu di dipindahkan ke RS Intarnational Surabaya. Di RS ini infus yang lama di buang semua dan diganti dengan cairan infus lain. Tapi, kondisinya sudah benar-benar buruk, karena sebagian tubuhnya sudah lumpuh dan tidak bisa digerakkan lagi.
Di RS International Surabaya Windu dirawat selama 29 hari. Sekian lama dirawat di rumah sakit tersebut tidak mengalami kemajuan, akhirnya dia dipindahkan lagi ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Di sini Windu kembali di infus dan mendapat pelayanan standar Indonesia, artinya kalau orang Indonesia bilang bagus ya bagus. ?Setelah menjalani perawatan beberapa lama, akhirnya saya dinyatakan sembuh dan boleh keluar dari RSPP pada 11 Februari 2001,dengan tangan dan kaki kiriyang masih tetap lumppuh”, katanya.

Latihan Fisioterapi
Karena kekeliruan pada saat penanganan awal di Malang, kondisi tubuhnya yang sudah lumpuh sebelah tidak bisa dikembalikan seperti sediakala. Kalau saja pada waktu itu periode emas benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin dengan penanganan yang akurat, kecacatan yang dialami sekarang ini tidak akan terjadi.
Apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Karenanya untuk memaksimalkan anggota tubuh yang lumpuh, sejak di rawat di RSPP dia sangat rajin menjalani latihan fisioterapi. Bahkan, sampai enam bulan setelah keluar dari rumah sakit ini setiap hari tanpa bosan-bosan melakukan latihan fisioterapi.
Latihan fisioterapi yang dijalaninya sampai sekarang sangat dirasakan manfaatnya. Meskipun fisioterapi tak menyembuhkan, tapi sangat membantu untuk melenturkan otot-otot yang kaku, sebagai akibat serangan stroke yang mampu menarik saraf-saraf anggota tubuh lainnya.
?Agar lebih efektif dalam menjalani program-program latihan, saya masuk ke dalam klub stroke RSPP pada 7 April 2001. Selama menjadi anggota klub, sampai akhirnya terpilih sebagai Ketua Klub Stroke RSPP banyak manfaat yang saya dapat. Di antaranya tidak merasa sendiri, mendapat lebih banyak informasi pengobatan yang dilakukan oleh teman-teman senasib, dapat menstabilkan emosi. Karena biasanya insan pasca stroke sangat tidak stabil tingkat emosinya,? paparnya.

Peran keluarga
Peran keluarga bagi proses penyembuhan bagi insan pasca stroke sangat besar. Karena tanpa dukungan keluarga insan pasca stroke tidak mungkin bisa menjalani hidupnya secara baik, biasanya mereka akan dilanda keputusasaan yang berkepanjangan, sebagai akibat terhentinya berbagai aktivitas yang biasa di jalani, juga akibat kecacatan dan keterbatasan dirinya.
?Semula saya juga merasakan untuk apalagi hidup dengan ketidakberdayaan. Tapi berkat dukungan dan semangat dari anggota keluarga, terutama istri dan kakak, semangat hidup saya kembali bangkit dan tidak ada lagi keputusasaan. Bahkan, saking semangatnya untuk bisa sembuh, saya bersedia ditunjuk menjadi ketua klub stroke RSPP,? ucap Windu semangat.

This entry was posted in Klub Stroke. Bookmark the permalink.

2 Responses to Ir H Windu Hernowo, MM BERKAT DUKUNGAN KELUARGA SEMANGAT HIDUP KEMBALI BANGKIT

  1. supriyadi marsan says:

    apakah tangan bapak terlps dari bahu?jk tdk maka yg terjd sekarang adalah fase penebalan pd kulit dan daging otot,persendian kaku,uarat darah jd pendek dan kaku krn kosong tdk dialiri oleh darah hgg daging otot tdk berkembang,tangan dan kaki berat dan kaku/tdk elastis,lalu berpengaruh pd daya pandang mata,daya ingat otak(hgg berpengaruh pd tidur dan sakit kepala),jari-jari kaku,dan berkurangnya tensi reproduksi yg mencakup kebutuhan biologis,dll.intinya adalah sirkulasi drh yg mandek dlm area yg cukup luas(50%) dan terjdnya perubahan pd siklus drh dimana siklus keluar manjd siklus masuk yg perlahan tp pasti akan berpengaruh pd daya kerja dan kondisi jantung psien.

  2. supriyadi marsan says:

    bapak mau jd pelopor bagi para pasien stroke dlm upaya menolongnya????atw dapat menfasilitasi upaya dlm program gelis.slma ini program yg ada berjalan lambat dlm puluhan tahun ini kan??bgmn kl kita lahirkan paradigma baru dlm pemikiran dan upaya pertolongan pasien stroke….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s