ORGANISASI

MENUJU ORGANISASI KLUB STROKE YANG LEBIH MANDIRI DAN LEBIH BERARTI

Dideffinisikan secara sederhana, Organisasi adalah sekelompok orang yang bergabung atau berhimpun untuk melakukan kegiatan dalam rangka mernenuhi kehutuhan kelompok tersebut guna mencapai tujuan tertentu. Jadi, didalam orqanisasi harus ada sekelompok orang, ada kebutuhan yang sama, ada tiujuan yang sama serta yang lebih penting adalah, adanya kegiatan.
Mengapa faktor kegiatan menjadi ebih penting dalam suatu organisasi?
Menghimpun sekelomompok orang dengan kebutuhan dan tujuan sama, sekalipun bukan merupakan pekerjaan yang mudah, barang kali juga bukan merupakan pekerjaan yang terlalu sulit,

namun mengimplementasikan tujuan yang sama tersebut dalam suatu kegiatan, adalah hal lain yang berbeda sama sekali bahkan dianggap sebagai pekerjaan yang tidak sederhana.
Untuk melaksanakan suatu kegiatan dibutuhkan perencanaan yang matang, pelaksana yang handal, anggaran biaya yang memadai, dan sebagainya. Oleh karena itu, effektif tidaknya organisasi dapat diukur dari ketersediaan sumberdaya serta frekwensi kegiatan dai organisasi tersebut, sedangkan effisien tidaknya suatu organisasi dapat diukur dan tingkat ke mandirian serta kwalitas kegiatan dari organisas tersebut.
Sebuah organisasi Klub Stroke yang sangat terbatas ketersediaan surnberdayanya baik sumber daya manusia, sumberdaya dana maupun surnberdaya sarananya biasanya sangat terbatas pula frekwensi kegiatannya, atau bahkan dapat terjadi nyaris tidak mempunyai kegiatan apa-apa.
Organisasi Kftib Stroke yang sedemikian itu adalah organisasi stroke yang tidak effektif, atau dalam istilah kasarnya dikatakan sebagai Klub Stroke yanq setengah mati, atau Klub Stroke yang dalam keadaan “collapse”, yang akan bubar atau gulung tikar apabila dibiarkan begitu saja.
Bantuan apa sebaiknya yang dapat diberikan terhadap Klub Stroke yang dalam keadaan sedernikian itu?
Klub Stroke tersebut harus memperoleh bantuan dalam hal rneningkatkan ketersediaan sumberdaya-nya (khususnya sumberdaya manusianya) serta mendapatklan stimutasi atau rangsangan tertentu untuk mernulai dengan kegiatan rutin yang ringan-dulu.
Dan hal mi akan menjadi tanggung-jawab Forum Kerja Sama Klub Stroke yang sudah terbentuk, daripada menyalahkan institusi lain, misalnya Yayasan Stroke Indonesia (YASTROKI).
Dengan demikian, sebuah organisasi Kiub Stroke yang effektif adalah Klub Stroke yang mempunyal ketersediaan sumberdaya yang memadai (sumberdaya manusia, sumberdaya dana, sumberdaya perangkat keras maupun lunak dan sebagainya) serta mampu melaksanakan sejumlah kegiatan rutin maupun kegiatan periodik.
Dan lebih tinggi lagi tingkatnya adalah sebuah organisasi Klub Stroke yang effisien yaltu Klub Stroke yang lebih mandiri serta lebih sistimatis dalam mencari serta menyediakan sumberdaya yang memadai serta mampu melaksanakan agenda kegiatan yang lebih berkwalitas atau lebih berarti khususnya bagi insan pasca stroke.
Semoga.

7 Comments

7 responses so far ↓

  • hernowo // August 13, 2007 at 12:27 am | Reply

    Banyak masalah yang dihadapi oleh klub stroke saat ini, paling tidak adalah :

    Mayoritas pengurusnya stroke, sehingga mobilitasnya terganggu
    keterlibatan Rumah sakit sebagai institusi tempat bernaung masih rendah
    Kurangnya relawan MPS (Masyarakat Peduli Stroke) yang bisa bergabung sebagai pengurus

  • ani // March 12, 2008 at 6:55 am | Reply

    bagi yg tahu alamat sekolah stroke karmel tolong kirimin alamatnya yah…. aku perlu
    banget…. sebelumnya terima kasih.

  • supriyadi marsan // September 24, 2008 at 11:34 am | Reply

    email yg ada pd kadaluarsa,menunjukkan belumadanya solusi tepat dan jitu dlm upaya menolong pr ips yg ada.

  • supriyadi marsan // October 13, 2008 at 11:34 am | Reply

    assalamu alaikum..
    bagi para IPS yg mencari solusi yg benar,aman,proses cepat dan hemat biaya utk sehat dan pulih kembali dan mau menjd vasilitator utk bersma menolong dlm btk kerjasama agar lbh mudah bagi para IPS dapat menghb ;yaditerapi@yahoo.co.id atw04313399557 utk info lbh dan telusur digoogle up supriyadi marsan wassalam

  • supriyadi marsan // October 30, 2009 at 9:00 am | Reply

    Hal pertama yang harus kita sadari adalah bahwa kestabilan tubuh kita tergantung pada baik tidaknya SIRKULASI DARAH kita.Dan baik tidaknya kerja organ dalam tubuh kita tergantung pada sirkulasi darah yang berjalan tersebut yang membawa suplay ASUPAN SARIPATI makanan yang telah dicerna dan menjadi darah serta dipompa oleh jantung agar dapat diedarkan melalui pembuluh darah/ urat yang saling mengikat dan berhubungan yang tidak putus layak sebuah sirkuit.Kebutuhan akan terapi ini terbagi atas 3 fase usia sebagai berikut:
    1.Usia 20 tahun kebawah sebagai upaya untuk mengenali apakah diri kita kedepannya “MEWARISI’ gejala seperti apa kelak akan dapat diketahui dengan menggunakan 3 METODE,yaitu 1.ainiul yaqin/diagnosa,2.Ilmul yaqin/Konsultasi dan 3.Haqqul yaqin/Terapi pijat pemulihan.Pada fase awal ini kurang ditemukan keluhan karena aktifitas yang belum beragam dan aktifitasnya/kegiatan tersebut masih merupakan benih,kecuali keluhan seperti migren,cedera karana jatuh,sakit perut saat haid bagi anak gadis dan lainnya.
    2.Pada usia 30 tahun dimana dengan selang waktu 10 tahun akan tampak jelas seperti apa kondisi tubuh kita yaitu akibat-akibat dari sirkulasi darah yang telah terjadi.Usia yang sangat produktif ini menjadikan kita mengalami proses kelelahan fisik serta perubahan pada pola hidup dan pola makan serta pola tidur yang sering tidak baik maka secara tidak kita sadari telah terjadi ketidak seimbangan pada tubuh kita yang sering kita kenal dengan YING dan YANG.
    Pada fase itu masalah yang dialami sudah kompleks baik itu dimulai dari keluhan yang dirasakan pada rongga KEPALA seperti sering sakit kepala-susah tidur-pelupa-migren sinustitis-pusing dan lainnya,rongga DADA seperti sakit pada dada kiri dan kanan-dada sesak/asma-gejala kanker payudara-jantung terasa nyeri dan lainnya,rongga PERUT seperti sakit maag- perut kembung-angin duduk-perut terasa panas-sembeli/susah buang angin serta susah BAB(2 atau 3 hari sekali serta keras) berakibat
    wasir serta ambeien dan yang juga fisik tubuh tampak pucat serta kadang mengalami gejala vertigo.
    Sedang pada pasangan yang akan menikah maka satu hal yang harus diperiksa adalah masalah REPRODUKSI baik itu bagi pria dan wanitanya agar kelak dalam menjalani pernikahan dapat segera mempunyai momongan.Pada fase ini juga wanita yang mengalami masalah pada saat haid sebaiknya menjalani terapi ini agar dapat tercegah apa yang sering kita lihat dan menjadi momok dimasyarakat khusunya wanita yaitu KISTA dan MIUM.Apabila dengan niat yang baik maka sepasang suami istri dapat menjalani metode T2P SIRRAH ini dan harus menyadari bahwa apa yang terjadi karena belum hamil tidaklah serumit dan semahal yang kita tahu selama ini,karena BAHASA ORGAN TUBUH kita tidak pernah bohong dalam BERBICARA.Pada usia 30 tahun ini juga dengan terapi T2P SIRRAH kita akan memutuskan mata rantai dari satu gejala sakit yang jika kita biarkan akan berakibat fatal jika kemudian telah terjadi kerusakan pada jaringan utama seperti JANTUNG-OTAK-MATA-PAYUDARA(bg wanita)-PARU PARU-PENCERNAAN-GINJAL-LIVER-RAHIM-PROSTAT.Amat sangat tidak nyaman jika hal tersebut telah terjadi dikarenakan kita lalai dan salah dalam mengambil keputusan untuk menjalani pengobatan.Satu hal yang harus juga kita sadari adalah dalam menjalani penyembuhan adalah menghindari terjadinya efek domino/gambling dalam proses tersebut yaitu menghindari satu tetapi satu bahkan dua menghadang kita.
    3.Usia 45 tahun bagi yang tetap stabil menjalani keseharian baik juga menjalani terapi T2P SIRRAH dengan tujuan untuk merangsang proses regeneratif pada jaringan sirkulasi darah dan seluruh tubuh baik itu organ tubuh dan daging serta pori-pori karena selama 45 tahun pasti terjadi proses degeneratif pada fakultas-fakultas tubuh.Hal ini sangat berguna sekali bagi ibu-ibu yang telah mengalami persalinan anak-anak.Karena para ibulah yang paling banyak mengalami proses perubahan kestabilan pada tubuh akibat proses bersalin dan mengurus anak serta suami.Banyak sekali keluhan yang dirasakan oleh para ibu hanya saja mereka menahan rasa sakit tersebut agar para suami tidak merasa khawatir atas keadaan mereka.UNtuk dapat menjaga kondisi prima maka seorang wanita yang baru melahirkan anak setelah usai masa nifas sangat baik menjalani T2P SIRRAH ini agar agar tidak ada keluhan seperti sakit kepala-pusing/vertigo,susah tidur,lemas,mata berkunang-kunang,fisik pucat dan sebagainya yang selalu menyertai ibu-ibu yang mengalami proses persalinan.
    Pada fase ini juga berhati-hatilah bagi mereka YANG MEMPUNYAI PEMBULUH DARAH YANG KECIL karena walaupun tampak sehat tetapi rentan mengalami proses degeneratif terutama pada jaringan OTAK dan MATA.Dan bagi wanita yang mempunyai keluhan migren yang berat berhati-hatilah terhadap KANKER PAYUDARA.Pada vase ketiga ini maka kondisi tubuh pasien membutuhkan tindakan seperti apa akan ditentakan dengan diagnosa.
    Pada fase ini pria yang dulu normal sering mengalami gangguan pada reproduksi biologisnya.Tenaga masih mampu tetapi akibat sirkulasi darah yang mandek maka akibatnya seperti impoten.
    Pada usia ini pria yang NORMAL yaitu yang terbuka jaringan sirkulasi dua arahnya amat rentan dalam kasus terjadinya serangan stroke.
    Dan bagi pasien dan keluarga yang mengetahui ayat”SESUNGGUHNYA DIDALAM KESUKARAN ITU ADA KEMUDAHAN,DAN DALAM KESUKARAN ITU ADA KEMUDAHAN(dari ALLAH)”dapat berupaya mengikuti TERAPI T2P SIRRAH ini agar yang tadinya masih berupa keluhan/gejala terputus tidak menjadi satu penyakit serta yang telah sakit dapat diupayakan pemulihannya selama sakitnya itu tidak terjadi PEMBULUH DARAH PUTUS/ORGAN TELAH RUSAK(kanker)
    Semoga sedikit pengetahuan ini dapat menjadi jalan bagi kita dalam mencari SOLUSI yang TEPAT DIJALAN AGAMA ,BENAR BERSESUAIN DENGAN HUKUM AKAL DAN HEMAT SESUAI KONDISI KEUANGAN.

  • supriyadi marsan // October 30, 2009 at 9:01 am | Reply

    Dalam penanganan pemulihan Insan Penderita Stroke/IPS sangat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu:
    1.Faktor usia pasien serta jenis kelamin
    2.Faktor berat badan pasien
    3.Faktor lamanya sakit
    4.Faktor Kondisi Pasien
    1.Faktor Usia;
    Proses pemulihan Insan Penderita stroke/IPS yang berusia di bawah 55 tahun kebawah potensinya lebih besar dibandingkan dengan IPS yang berusia 55 tahun keatas.Hal ini disebabkan oleh faktor penunjang pada tubuh psienyanitu menyangkut fungsi jaringan organ dn daya kerja organ dalam tubuh pasien seperti jantung dan gimjal serta rangkaiannya dengan pembuluh darah.Pada usia 55 tahun kebawah digolongkan proeduktif dn pada usia 55 tahun keatas tergantung dari kondisi pasien dan hasil dari sekali terapi.Jika perkembangannya baik maka terapinya akan dapat dilanjutkan.Minimal 25% sirkulasi darah dapat berjalan kembali.
    2.Faktor berat badan.
    Pada pasien IPS yang tinggi dan berat badannya tidak sepadan(kelebihan berat) akan berbeda hasilnya denganproses pada IPS yang kelebihan berat badannaya.Hal ini karena berat badan yang lebih jaringan pembuluh darahnya cenderung kecil dan terjepit oleh otot daging sehingga butuh waktu dan proses lebih.
    3.Faktor Lamanya Sakit
    IPS yang baru menjalani pasca stroke yaitu 3 bulan -6bulan akan lebih cepat proses pemulihannya.
    Mengapa harus diterapi JAM SIRRAH setelah 3 bulan pasca stroke?
    1.Hal ini demi kebaikan pasien sendiri
    2.Pada masa sebulan setelah kena stroke,pembuluh darah dikepala telah menjalani proses penyembuhan dari kebocoran yang terjadi dan urat darah tersebut talah normal dan kuat kembali.
    3.Memasuki usia 3 bulan sembab/banjir darah yang bocor dikepala sudah tidak ada lagi tanpa harus melalui proses operasi pengeluaran.Dengan demikian kondisi kesadaran pasien dan fisiknya telah siap untuk menjalani terapi JAM SIRRAH(pijat pemulihan sirkulasi darah) oleh Yadi Terapi.Hal yang harus diperhatikan oleh keluarga paien adalah gar pasien tidak dikomsumsikan obat yang ekstrim dan pada bagian yang lumpuh janganlah dipasangkan cairan infus baik itu pada tangan dan kaki,agar tidak terjadi kondisi ekstrim dimana tangan dan kaki akan bengkak kemerahan.Hal ini akan menimbulkan/berakibat rasa nyeri pada tangan dan kaki serta mengakibat cengkeraman oto daging pada tulang tangan menjadi terurai.Hal yang terburuk adalah akan terlepasnya kaitan antara tulang lengan dan bahu yang nanti sulit untuk dikembalikan dan dapat menjadi cacat permanen.
    Pada usia 3-6 bulan ini fisik IPS belum mengalami perubahan yang drastis walaupun IPS telah lumpuh.Jaringan ototnya masih kuatsehingga begitu sirkulasi drahnya terbuka kembali dan dengan sedikit latihan fisik dapat sembuh dan pulih serta normal kembali seperti semula.
    Terapi usia 3-6 bulan ini sangat IDEAL/saat EMAS bagi pasien untuk sembuh.Apabila setiap IPS menjalani TERAPI JAM SIRRAH pada fase ideal ini,maka tidak akan ada lagi IPS yang bermasalah bik dari segi fisik,nonfisik serta biaya perawatan yang harus dikeluarkan.
    Memasuki usia setahun pasca stroke masuk pada fase perubahan pada fisik baik itu jaringan otot daging,persendian dan struktur tulang pasien.Pada tahap ini IPS minimal menjalani 3x terapi dan terapi latihan untuk mengembalikan jaringan ototnya sekitar 2 bulanan,sesuai dengan dipetunjuk yang diberikan oleh terapis.
    Pada usia stroke 2 tahun keatas,kondisi pasien telah berubah paten bersesuaian dengan kebiasaan yang dijlani pasien baik itu dari pola berjalan yang beda serta kondisi pada tangannya.
    Namun dengan tetap menjalani terapi JAM SIRRAH,maka hasilnya akan tetap maksimal terutama pada sirkulasi darahyang nantinya terbuka.Untuk membuka jalan darah butuh minimal 3x terapi,walaupun kondisi fisik pasien belum berubah tetapi sirkulasi darah dari jantung keseluruh organ dalam tubuh juga jaringan daging otot serta pembuluh darah pada kaki dan tangan akan tetap terbuka sehingga berakibat akan terasa ringan dalam bergerak juga tubuh pasien akan stabil kembali sehingga pasien sebenernya sudah dpat diktakan sehat bila ditinjau dari medikal chek upnya.Juga nantinya akan melepaskan pasien dari dari ketergantungan terhadap obat-obatan.
    4.Faktor Kondisi Pasien IPS
    Hal ini dapat berupa berat atau ringan serangan stroke yang dialami.
    Karena inti dari serangan stroke adalah sirkulasi darah yang tidak berjalan normal,maka dalam dalam pemulihan pasien dapat diketahui perkembangannya dari detik ke detik saat menjalani terapi JAM SIRRAH(YadiTerapi).Perumpamaan stroke adalah seperti 2 pot tanaman yang sama dimana yang satu rutin diberi pasokan air sedang yang satu tidak diberi pasokan air maka secara sederhana kita dapat menyimpulkan proses degeneratif yang terjadi pada tumbuhan pot yang kering.Namun sebab utamanya adalah tidak adanya suplay air sedangkangkan perubahan pada tumbuhan itu adalah AKIBAT.Nantinya terapi JAMSIRRAH ini akan membuka kembali jaringan sirkulasi darah agar tersuplay edaran darah tersebut keseluruh apa yang ada pada KEPALA,pada jaringan urat pada otot tangan dan kaki serta seluruh organ bail itu GINJAL DAN REPRODUKSI.
    INGAT!!!Jika sirkulasi darah yang telah berjalan normal maka anda tidak lagi dikatakan sakit TETAPI anda tinggal menjalani terapi fisik untuk membentuk kembali jaringan otot agar bertenaga.yaditerapi@yahoo.co.id
    Wassalam

  • supriyadi marsan // October 30, 2009 at 9:05 am | Reply

    STROKE…bisakah kita normal kembali?
    Setelah pasien melewati trauma fisik sekitar 3 bulan pasca stroke maka yang tertinggal dari kondisinya adalah kelumpuhan.Mengapa demikian?secara kasat mata yang terjadi pd bagian yang lumpuh adalah darah tidak lagi berjalan pada jaringan urat kita,sehingga terasa berat dan lumpuh.Jika dibiarkan tanpa upaya yang benar maka akan berakibat pada perubahan struktur baik itu persendian,otot dan urat darah(degeneratif).Hasilnya dapat kita lihat pada apa yang kita saksikan pada masyarakat sekarang ini. Inti dari stroke adalaha sirkulasi yang tidak berjalan,dan dengan menjalani metode terapi pemijatan yang saya lakukan maka INSYA ALLAH dalam 6 kali terapi pijat dalam sebulan SIRKULASI DARAH dalam tubuh anda akan normal 100%.Sedangkan perubahan langsung yang akan anda rasakan minimal 50%,dan sisanya adalah anda menjalani terapi fisik yang akan disampaikan.Sebaiknya pasien stroke jangan memaksakan diri melakukan terapi yang hasilnya ditakutkan akan merubah struktur jaringan persendian pinggul dan lengan,dimana ada pasien yang akhirnya tangannya terlepas.Jika sudah demikin maka suatu kerugian yang fatal,dimana tangan tidak dapat disambung lagi.Bila menjalani terapi pijat akan sama hasilnya cuma akan kembali down karena tangan tidak beraktivitas.Bagian yg 50% itu juga sudah termasuk jika dia pria akan dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang suami/biologis,dan jangan kaget jika nantinya istrinya kemudian hamil.Dan walaupum belum sempurna dari segi tampilan tapi pasien sudah ringan dalam melaksanakan aktivitasnya. keterangan ini adalah bagian dari AINUL YAQIN.Jika ibu-ibu yang setiap malam mengangkat tangan dan meneteskan airmata dalam munajat kepada ALLAH utk solusi bagi kesembuhan suami,anak dan keluarga,alangkah baiknya bila kita mencoba sistem ini yang QURANI dan masuk akal tetapi tidak menjual ayat-ayat ALLAH,sekian.yaditerapi@yahoo.co.id

Leave a Comment