Entries from October 2007

UI Akan Bangun Rumah Sakit Pusat Penanganan Stroke «

October 27, 2007 · 1 Comment

Categories: UMUM

UI Akan Bangun Rumah Sakit Pusat Penanganan Stroke

October 27, 2007 · 11 Comments

UI Akan Bangun Rumah Sakit Pusat Penanganan Stroke

Depok (ANTARA News) – Universitas Indonesia (UI) akan membangun rumah sakit beraraf internasional, dengan dana bantuan Jepang, di lingkungan kampusnya di Depok, Jawa Barat, yang nantinya dijadikan sebagai pusat penanganan stroke.RSUI akan menjadi Brain and Neural Center atau pusat riset dan perawatan otak dan syaraf,” kata Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof Gumilar Rusliwa Somantri usai acara Halal Bihalal di Balairung, Kampus UI, Depok, Rabu.

Menurut rencana, pembangunan RSUI seluas 20 hektar itu akan dimulai pertengahan tahun 2008 dengan dana sekitar 200 juta dolar AS. Dalam dua tahun, RSUI akan berdiri dan beroperasi, dan pada tahun 2011 Fakultas Kedokteran yang ada di Salemba akan pindah ke Depok.

“Nantinya Fakultas Kedokteran akan pindah, dan di Salemba hanya untuk program pasca sarjana,” jelasnya. Menurut rektor UI, dengan peralatan modern RSUI nantinya akan mampu dengan cepat dan akurat menangani kelainan pada otak dan syaraf. Pembangunan rumah sakit tersebut merupakan fase pembangunan kampus UI Depok ke-3 dan ke-4. Setelah pada fase 1 dan 2 dengan mengembangkan ilmu-ilmu sosial.

Ia mengatakan nantinya rumah sakit berstandar internasional tersebut bukan hanya sebagai pelayanan bagi perawatan orang sakit, tapi juga akan dijadikan tempat pendidikan dan riset untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran. Rumah sakit tersebut akan dibangun di sekitar Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu Keperawatan.

“Letaknya tidak jauh dari jalan tol, sehingga akses ke rumah sakit tersebut lebih cepat dan mudah,” jelasnya. Rumah Sakit UI, kata Gumilar juga akan menjadi pusat layanan bagi warga Depok yang membutuhkan pengobatan, sehingga nantinya juga akan meringankan warga Depok dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Keberadaan rumah sakit di Kota Depok sangat dibutuhkan karena dari sekitar 1,4 juta jiwa penduduk Depok, rumah sakit hanya mampu menampung 900 tempat tidur. “Ini sangat tidak masuk akal, jadi pembangunan rumah sakit tersebut memang sangat diperlukan,” demikian Gumilar.(*)

Copyright © 2007 ANTARA


Akan sangat bagus bila dilibatkan masyarakat pasca stroke yang masih berpotensi untuk mewujudkan hal ini

Categories: UMUM

Cordlife-Kalbefarma: bank Tali Pusar Indonesia

October 1, 2007 · 4 Comments

Kalbe.co.id – Mungkin bagi para ibu-ibu yang akan melahirkan, pernah mendengar tawaran penyimpanan tali pusar calon bayinya. Selama ini, secara tak resmi perusahaan penyimpanan / Bank Tali Pusar sudah beroperasi di beberapa rumah sakit terutama rumah-rumah sakit di kota-kota besar di Indonesia. Tidak demikian dengan Cordlife, perusahaan peyimpanan tali pusar asal Singapura. Dengan menggandeng PT Kalbe Farma Tbk, perusahaan ini secara resmi mulai beroperasi di Jakarta. Peresmiannya dilakukan oleh Menteri Kesehatan RI, Ibu Siti Fadillah Supari, yang didampingi oleh Presiden Komisaris PT Kalbe Farma Tbk, dr Boenyamin Setiawan dan CEO GyGenics Group, Mr Steven Fang, Jakarta Sabtu 14 Oktober 2006. Turut hadir Duta Besar Singapura untuk Indonesia beserta undangan lainnya para dokter dan rekan-rekan media massa cetak maupun elektronik.

Sambutan Menteri Kesehatan RI

Dalam sambutannya Menteri Kesehatan RI, Ibu Siti Fadillah Supari menjelaskan bahwa aktifitas pemerintah Singapura mengenai Stem Cell, sudah sejak 8 tahun yang lalu. Ternyata saat Stem Cell sekarang ini mulai booming, pihak Singapura (Pemerintah dan Swasta) sudah benar-benar siap.

Pemerintah Indonesia, pada prinsipnya menyambut baik, pihak Cordlife Singapura untuk sama-sama bekerja dengan pihak Indonesia (dalam hal ini PT Kalbe Farma) mengembangkan industri Stem Cell. Dimulai dari beroperasinya perusahaan join venture Indonesia Singapore, Cordlife Indonesia. Diperkirakan pada awal tahun 2007, di Indonesia sudah akan hadir Bank (tempat penyimpanan) darah tali pusar. Bahan ini (darah tali pusar), sangat diperlukan untuk praktek Stem Cell nantinya.

Stem Cell adalah sel-sel yang paling bernilai dan penting untuk pembentukan sel darah merah, sel darah putih dan platelet. Kelebihan sel induk (stem cell) yang berasal dari darah tali pusar adalah kecil kemungkinan terjadi penolakan oleh jaringan tubuh dan penurunan risiko penularan penyakit pada saat transplantasi.

Bagi ibu-ibu yang akan menyimpan darah tali pusar bayinya, caranya sangat mudah. Beritahukan kepada dokter atau bidan pada saat ibu hamil. Dokter Kandungan akan siap membantu pengambilan darah tali pusar untuk diproses dan disimpan di PT Cordlife Indonesia, Jl. Jend. A. Yani, Pulo Mas, Jakarta Pusat.

Biaya

Dari informasi sekilas (belum resmi), diperoleh keterangan bahwa biaya untuk tahap awal (pengambilan tali pusar, dll., termasuk biaya penyimpanan tahun pertama) adalah sekitar 1.400 Sing$ (atau sekitar 8.120.000 rupiah jika kurs 5.800, lihat Kurs di homepage website Kalbe). Untuk tahun kedua dan seterusnya, biaya penyimpanan tahunannya adalah 250 Sing$ (Rp. 1.450.000).

Para dokter yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai Stem Cell, bisa meminta Journal Cermin Dunia Kedokteran edisi 153 mengenai Stem Cell pada Medical Representative terdekat.

Cordlife Indonesia officially Launched, Saturday October 14, 2006

Categories: UMUM
Tagged: , ,

Bank Darah Tali Pusat Didirikan di Indonesia

October 1, 2007 · 7 Comments

Jakarta, Kompas – Bank darah tali pusat resmi didirikan di Indonesia, Sabtu (14/10), atas prakarsa PT Cordlife Indonesia, sebuah perusahaan patungan antara PT Kalbe Farma dan Cordlife International Singapura yang bergerak dalam bidang penyimpanan tali pusat. Bank darah tali pusat itu mulai beroperasi pada Januari 2007.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan, pendirian bank darah tali pusat itu dapat mempercepat kemajuan di bidang kesehatan, riset dan teknologi, terutama terapi sel induk (stem cell). “Saat ini kita baru sebagai pengguna. Secara bertahap, hendaknya terjadi alih teknologi stem cell,” ujar Siti Fadilah menegaskan.

Penelitian sel induk telah berlangsung di sejumlah lembaga penelitian di Tanah Air, tetapi tanpa koordinasi. Dibandingkan dengan Singapura dan sejumlah negara lain di Asia, teknologi sel induk di Indonesia masih tertinggal. “Untuk mengembangkan riset stem cell, butuh dana sangat besar dan jangka waktu lama,” kata Menkes.

Karena aturan pemerintah tidak jelas, belakangan bermunculan agen perusahaan asing yang menawarkan jasa penyimpanan darah tali pusat. Kini, pemerintah mengeluarkan izin bagi PT Cordlife Indonesia untuk melayani keluarga yang ingin menyimpan darah tali pusat bayinya pada saat melahirkan, dan akan memproses serta menyimpannya di Indonesia.

Presiden Komisaris Utama PT Kalbe Farma Boenjamin Setiawan menyatakan, darah tali pusat itu siap dipergunakan sewaktu-waktu jika ada kerabat menderita penyakit berkaitan dengan darah, seperti leukemia dan talasemia. Biaya pengambilan darah tali pusat itu sekitar 1.400 dollar Singapura dan biaya penyimpanannya per tahun mencapai 250 dollar Singapura.

Darah tali pusat diambil segera setelah kelahiran dan seusai tali pusat diklem serta dipotong. Pengambilannya menggunakan kantung darah karena lebih aman dibandingkan metode lain, seperti metode jarum suntik. Tali pusat dibersihkan dengan iodin dan jarum kantung darah ditusukkan ke vena tali pusat.

Pencemaran bakteri dan jamur dapat terjadi saat pengambilan dan pengolahan. Karena itu, perlu dilakukan pengujian darah tali pusat terhadap bakteri dan jamur sebelum dan sesudah darah diproses untuk memastikan darah tetap bebas dari pencemaran sehingga dapat dipergunakan saat diperlukan. “Darah ibu harus diperiksa apakah terinfeksi hepatitis B dan C, HIV serta sifilis,” ujar Boenjamin.

Terapi sel induk

Terapi dengan memakai sel induk dari darah tali pusat ditemukan dalam sebuah penelitian pada tahun 1963. Sebab, darah dalam ari-ari dan tali pusat mengandung jutaan sel induk pembentuk darah yang sejenis dengan sel induk di dalam sumsum tulang dan berhasil digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kelainan darah.

Hingga kini, ribuan pencangkokan darah tali pusat telah dilakukan dan lebih dari 72 penyakit dapat diobati dengan pencangkokan sel induk.

“Di masa datang, sel induk dipercaya dapat digunakan untuk memperbaiki organ tubuh, seperti jantung dan pankreas, serta membantu pengobatan penyakit stroke, alzheimer, parkinson,” kata Dr Sunny Tan Chiok Ling PhD dari Cygenics.

Sejauh ini, penggunaan sel stem embrionik masih dibayangi masalah etik dan dilarang di beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Perancis, sehingga menghambat kemajuan penelitian ini. Padahal, sel stem embrionik mampu berproliferasi terus-menerus dalam kultur optimal dan dapat berdiferensiasi menjadi berbagai sel jaringan sehingga bisa mengobati berbagai penyakit degeneratif.

“Untuk mencegah kontroversi ini, alternatif lain adalah memakai darah perifer atau tali pusat (umbilical cord blood stem cell) yang mengandung banyak sel stem dewasa dan mempunyai kemampuan proliferasi lebih baik dibandingkan sel stem sumsum tulang,” kata Boenjamin. Sel stem dewasa terdapat di semua organ tubuh dan berfungsi melakukan regenerasi untuk mengatasi kerusakan organ tubuh.

Swedia, Rusia, India, Singapura dan Malaysia telah mengembangkan penelitian ini. (EVY)

Categories: UMUM
Tagged: ,