Stroke Berkaitan dengan Tingginya Kadar Trigliserida

August 8, 2007 · 19 Comments

Stroke Berkaitan dengan Tingginya Kadar Trigliserida

New York, Senin

_1759558_whole_brain300.jpg

Untuk pertama kalinya, para peneliti dari Sheba Medical Center di Tel Hashomer Israel mengindikasikan bahwa peningkatan risiko penyakit stroke juga berkaitan dengan kadar lemak darah yang disebut trigliserida.

Para peneliti itu juga mengungkapkan, trigliserida mungkin pula dapat digunakan untuk mengindentifikasi risiko seseorang mengidap stroke iskemik — stroke yang terjadi karena penyumbatan pembuluh darah otak, sehingga aliran darah ke otak terganggu.

Menurut peneliti, yang mempublikasikan temuannnya dalam Circulation : Journal of the American Heart Association edisi 11 Desember, hasil riset ini seharusnya dapat merangsang peneliti lain untuk lebih mewaspadai serta memberi perhatian terhadap trigliserida. “Dengan adanya deteksi yang lebih efektif akan tingginya kadar trigliserida dalam darah serta pengobatan untuk mengatasi risiko stroke, tentunya hal dapat menurunkan beban klinis dan kesehatan publik akibat penyakit stroke,” ungkap Dr. David Tanne, salah seorang pimpinan riset.

Tanne mengatakan, dari riset beberapa tahun lalu para dokter telah mengetahui bahwa obat penurunkan kadar lemak darah seperti kolesterol juga bisa mencegah penyakit stroke. Namun demikian, lanjutnya, hubungan yang lebih tepat antara lemak — khususnya trigliserida — dan stroke belum begitu jelas.

Dalam riset terbaru ini, Tanne dan rekannya meneliti lebih dari 11 ribu pasien pengidap penyakit jantung koroner yang belum mengalami stroke atau pun transient ischemic attack (TIA) yang biasa juga disebut stroke ringan. Sebagian besar responden penelitian ini adalah pria.

Setelah penelitian sekitar enam hingga tujuh tahun, 487 responden diketahui mengalami TIA. Responden yang mengalami stroke ini memiliki kadar trigliserida yang tinggi dan kolesterol HDL (baik) yang rendah. Setelah memperhitungkan faktor risiko stroke lainnya, responden yang memiliki kadar 200 mg trigliserida per desiliter darah (dL) tercatat mempunyai kecenderungan 30 persen lebih besar mengalami stroke iskemik maupun TIA dibanding responden dengan kadar lemak darah yang rendah.

Kadar trigliserida sejak lama memang selalu diukur bersamaan dengan kadar lemak darah lainnya. Namun menurut Tanne, hingga saat ini jenis lemak itu tidak mendapat perhatian yang cukup serius dalam pencegahan stroke.

Tanne menambahkan pula, untuk menekan kadar trigliserida, seseorang dapat mengubah gaya hidup dengan cara lebih sehat seperti olahraga, menurunkan berat badan serta diet rendah lemak. Beberapa jenis obat penurun kolesterol, kata Tanne, juga dapat menurunkan kadar trigliserida.

Sementara itu, Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan agar seseorang sebaiknya tetap menjaga batas kadar trigliserida di bawah 150mg/dL. Kadar 150 hingga 199 mg/dL dipertimbangkan sebagai batas yang cukup tinggi, 200 hingga 499 mg/dL termasuk level tinggi dan di atas 500 mg/dL dikategorikan sangat tinggi.

Sekitar 80 persen kasus stroke terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah ke otak, sedangkan 20 persen lainnya disebabkan rusaknya pembuluh darah di otak.

Usia penderita stroke belakangan ini makin muda, yakni sekitar 40 tahun. Tidak jarang beberapa pasien yang terserang stroke baru berumur 32 tahun. Ini juga disebabkan pola makan yang cenderung mengonsumsi makanan siap saji atau fast food tanpa diimbangi dengan olahraga secara rutin. (Rtr/ac)

Categories: UMUM

19 responses so far ↓

  • pudjo rh // November 5, 2007 at 4:47 am | Reply

    Penyakit ini menurut statistik klaim asuransi jiwa penyakit PKJ ini menempati peringkat 1 padahal antara 10 s/d 15th tahun yang lalu masih menduduki peringkat ke 3.

    Hal ini mungkin disebabkan pola pikir masyarakat kita yang fatalist dan hanya pasrah yang tak bertanggung jawab, seharusnya merka juga dapat lebih peduli dengan kesehatannya, misal melakukan cek lab 2 x setahun dlsb.

    Mencegah memang lebih baik daripada Mengobati

  • nansyah // February 27, 2008 at 7:20 am | Reply

    Saya kebetulan pemerhati kesehatan dan baru-baru ini mendengar adanya normalisasi penyembuhan penyakit tanpa obat, jamu atau yang lain, sekedar dibantu alat khusus tanpa efek samping. Sakit stroke dan lain-lainnya dapat disembuhkan secara alami tetapi detilnya saya kurang paham. Ada penjelasannya di sembuhalami (dot com) bila mana tidak keberatan. Yang mengherankan saya ketika sembuh seseorang tidak kambuh lagi atau ketergantungan obat atau yang lain. ini sifatnya alami dan ilmiah.BAnyak orang sudah merasakan hasilnya.

  • ismu // February 27, 2008 at 7:29 am | Reply

    Stroke is the disease due to the hypertension, atherosclerosis, thrombus, or even embolism.
    The hypertension, which has reached the climax condition, causes the breaking of the blood vessel in the brain part. There are two conditions for someone who undergoes the climax hypertension. The first, the patient may die. The first condition is the worst. The second, if the patient is not dead, she/he may be still lucky and ‘only’ suffers stroke. In this case, of course, we will discuss the second condition.
    Atherosclerosis is the hardening of the blood vessel in the artery of head/brain, or the neck. This hardening closes the blood flow to the brain cells.
    Thrombus is the blood clotting formed in the artery, which is undergoing atherosclerosis. It closes the artery and causes the freezing of brain.
    Embolism is the liberation and the run of the blood clotting due to the thrombus above. Then it enters the small artery in the brain and the neck.
    All occurrences above cause the brain unable to get the oxygen supplies and the death of the brain cells. This concept is pennasianormalization (dot com). it is scientific and natural.

  • mawar // March 3, 2008 at 7:59 am | Reply

    artikel yg bermanfaat
    ayah saya meninggal 4 bulan yg lalu krn stroke,ayah saya memang memiliki pola hidup yg tidak sehat,disamping ia memiliki kadar kolesterol dan trigliserida yg tinggi
    dan saya pun juga pengidap
    dg membaca artikel diatas membuat saya sadar pentingnya olahraga dan mengurangi makanan fast food kesukaan saya
    trims

  • Thomas // April 20, 2008 at 10:27 am | Reply

    Assalamu Alaikum Wr. Wb
    Saya mencari informasi tentang Hiper Trigliserida, hal ini berkaitan dengan tingginya trigliserida pada istri saya, ……..Trigly sampai 12.600 mg/dl, ini sudah tidak wajar,tempo hari anfal trigly sampai 8.600 mg/dl, komplikasi yang terjadi pada pankreasnya (pangkreatitis) kondisi kronis. Mohon Informasinya, mengingat anak-anak kami masih sangat kecil-kecil.
    Wassalamualaikum Wr.Wb

  • Bagaimana Mengatasi Asam Urat dan Trigliserida Tinggi? | MohArifWidarto.com // April 29, 2008 at 9:00 am | Reply

    [...] ini saya memandang sebelah mata pada trigliserida. Tidak tahunya, stroke berkaitan dengan tingginya kadar trigliserida. Waks… Bukan hanya itu, kalau sampai terjadi dislipidemia atau kelainan metabolisme lemak, [...]

  • oktara // May 2, 2008 at 4:49 am | Reply

    bagi yang ingin memonitor cholesterol maupun trigliserida dapat menggunakan alat Accutrend GCT yang tersedia di apotik/ toko alat kesehatan.

  • taha ma'ruf // September 1, 2008 at 12:53 am | Reply

    saya dengan kadar trigliserid selalu di atas 400, sulit sekali diturunkan tanpa minum obat walaupun sudah diet ketat dan olah raga teratur. apa ada organ yang bermasalah sehingga harus minum obat terus dengan harga yang cukup mahal??

  • supriyadi marsan // September 24, 2008 at 11:29 am | Reply

    secara globar yg terjd(dgn bhs sederhan)pd diri seseorg bila seluruh proses sirkulasi drh ttp normal dan volume drh brlabih maka sebagian besar akan merasa tegangg pd dua urat drh yg terletak pd belakang kepala,seperti ada benda yg keras semantara urat drh yg ada pd otak lebih kecil dibanding dgn pd tempat lain sehingga terjd konsentrasi pd dua titik tersbt.jk kita masih muda maka urat drh itu reltif masih kuat ttp jk diatas 45 thn mka dy thn urat tersbt berkurang hgg memicu terjdnya kebocoran yg berakibat banjir pd otak kita hgg jdlah stroke.saat kebocoran tersbt sangat mengganggu sirkulasi drh menyeluruh pd bahagian yg berhbgan dgn daerah stroke,hgg putusnya jaringan suplay drh berakibat tngan dan kaki jd berat dan lumpuh.bgtlah kejadiannya dr kaca mata ma,rifat.percaya atw tdk?wassalam

  • Yanto // October 8, 2008 at 2:57 am | Reply

    Buat Sdr. Taha Ma’ruf: Dulu TG saya 330, sekarang <100 karena jalan kaki 40 mnt/hari, makan hanya sampai 70% kenyang dan stop konsumsi gula seperti teh manis, cake, syrup dll. Mungkin pola ini bisa dicoba.

  • Hal Baik Tentang Lemak « Pelangi di Seberang Mentari // November 15, 2008 at 2:06 pm | Reply

    [...] sindrom metabolik. Misalnya dengan tes obesitas abdominal (obesitas perut), tekanan darah, kadar trigliserida, kolesterol HDL, dan glukosa dalam [...]

  • peggy // November 27, 2008 at 5:19 am | Reply

    apa efeknya jika trigliserida rendah dibawah batas normal ? sb trigliserida saya cuma 65

  • Julian // January 10, 2009 at 1:04 pm | Reply

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Untuk semua temen2 yang ingin sehat atau pengobatan tanpa efek samping. saran saya cari informasi tentang “PROPOLIS” dan “Habbatussauda”. and jangan lupa benahi diri kita. mulai dari pola hidup sampai ibadah.
    karena bagi orang muslim saling mengingatkan hukumnya wajib. dan saya Insya Allah sudah merasakan kedahsyatan dari “Thibbun Nabawi”.
    kenapa harus dengan obat kimia? kalo ada obat yang dijamin oleh Allah untuk mengobati semua penyakit. insya Allah sesuatu yang dahsyat akan kita rasakan.

    Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.

  • gaban // February 12, 2009 at 1:18 am | Reply

    Trigliserid saya pernah sampai 2200 dan saya belum merasakan apa-apa hanya pusing-pusing sedikit. Sekarang (kurang lebih 2bulan) sudah turun (meskipun masih tinggi) dilevel 300-400.
    Selama 2 bulan diet ketat, tidak konsumsi daging, minum air putih banyak dibantu obat dokter, rekomendasi suplemen. Selain itu olahraga jalan cepat seminggu 3x minimal 30mnt.

    Yang saya mau tau apakah bila nanti trigliserid ini sampai kebatas normal apakah ada kecenderungan untuk naik lagi?
    Karena saya pernah punya riwayat hyper trigliserid?

    Terima kasih

  • cozyrira89 // February 18, 2009 at 2:44 am | Reply

    umur saya 48, olah raga (jalan pagi) teratur..
    makan tidak suka berlemak, selalu pake mnyk goreng jagung..menghindari santan2an..suka makan tempe tahu..cuman TG saya kok 232..kepala sering nyut2an terutama dibelakang leher/tengkuk..sering vertigo..duh kenapa ya..dimana salahnya..tolong dong ..

  • BAMBANG HERAWANSYAH.B // February 19, 2009 at 11:42 am | Reply

    untuk orang – orang yang punya kadar lemak yang tinggi sebaiknya pola hidup yang harus dijaga, dengan olahraga yang teratur dan konsumsi makanan yang sehat. apalagi yang punya faktor keturunan, resiko lebih tinggi lagi.

  • Eko Purwanto // April 29, 2009 at 6:43 am | Reply

    Saya bulan desember 2008 triglisiredanya 230 mg/dL, menurut yg sy baca sudah termasuk tinggi, banyak orang bicara harus kurangi makanan yg mengandung karbohidrat, nah selama ini sy kurangi makan nasi & karbohidrat lainnya, ternyata setelah saya cek kembali bulan april 2009 ternyata triglisireda sy sudah turun menjadi 100 mg/dL nah mudah-mudahan bermafaat yg mengalami triglisiredanya tinggi tks

  • Yoga // June 23, 2009 at 2:27 am | Reply

    thanks untuk semua info2 yg ada dan akan membantu utk orang yg sdg mengalaminya. kebaikan anda akan dibalas oleh Tuhan YME.
    Amin

  • kiekie // October 3, 2009 at 9:58 am | Reply

    To cozyrira89..
    Slm kenal sebelumnya..Saya salah satu distributor independent produk kesehatan dengan konsep kesehatan Activating,Balancing&Cleansing..sudah banyak yg menggunakan produk kesehatan yg saya tawarkan dan mudah2an hasilnya akhirnya memuaskan..utk lebih lanjutnya saya tunggu reply nya di email saya ..t q b4

Leave a Comment